Tampilkan postingan dengan label My Husband Poem's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Husband Poem's. Tampilkan semua postingan

Manis...

Ada rasa ini
Berulah memuncak
Ada rasa ini
Bermain bertebaran
Ada rasa ini
menggaet, berburu
            hidup itu kiasan berharga
            berani memilih, berhasil pasti
            berhasil akan pencapaian cita-cita


Ditulis di kupang diruang perpustakaan pada pukul 23.13 selasa 12 april 2011

Nikmat Mencarimu

Genap agama dalam masa hidup menjadi prioritas
Lantas bagaimana dengan sebuah pengabdian dan perjuangan
Ya semuanya berapi-api dan memesona
Lantas bagaimana dengan kemantapan diri dan keistiqomahan
Ya semuanya terasa mendebarkan dan terdebarkan
Sengketa alam, sengketa rekayasa dan sengketa kehidupan
Melilit demi lilitan tersulit
Ya satu per satu kulepas hingga terkelupas
Indahnya pencarian

Jumat, 27-05-2011 di aula perpus kupang panjaan

Tempaan yang Berakhir

Kesukaran akan menjadi tiada batas
Keletihan pun juga menjadi tiada akhir
Kegamangan seakan-akan berikut sertaan
Keinginan menjadi pelecut akan semua hal itu
Semua akan berjalan, berproses dan dinamis
Hanya terjun didalamnya akan menguras itu semua
Dan keniscayaan adalah penentunya.

Kupang, 12 01 2011

Menunggu.. Menanti..

Detik-detik penantian
Kapan segera turun berkat
Menunggu, berharap,bersabar mencari muda
Semuanya pun begitu
Healaian lembut bergelantung di ddepan rasa
Bagamana keadaan? situasi? kondisi?
Terserap di keabu-abuan malam
Terserah pada akhir
Perjuangan bukan pada semangat
Bukan pada andil
Bukan pada beri
Bukan pada saya, aku
Tapi rasa ini, itu, saya, kamu, mereka menyatu

Menyatu pada kepasrahan

Proses Hebat

Kau tau baik itu apa ??
Akankah kau tau masa depan seperti apa???
Bagaimanakah kau tau kondisi akan berbuat apa???
Tidak..tidak.. semuanya nihil...tak bernilai
Cukupkah engkau dengan itu semua???
Tidak..tidak ada proses berkejaran disitu
Yakinkah engkau dengan makna itu semua???
Tidak..tidak semuanya dipandang secara holistik
Berbaur, berurai,..memintal benang hati yang kusut!!

Pasca Unair jam 12.25 juni

Cahaya Itu ...

Kenekatan diri terberai oleh pragmatisme sesaat
Kompromi.. kompromi itulah menjadi apologi
Kungkung sana kungkung sini
Semua takluk
Kita takut
Aku tunduk
Akankah berlanjut...
Bergerilya dalam satuan pijakan
Tidak..tidak bukan ini itu
Aku menghirup cahaya keemasan
Ku hargai itu

14 03 2011

She.. Hanya Ilusi

Embun menelisir di bawah daun dekat
Tak terasa kehijauannya melamunkanku
Smuanya tersengati dengan munculnya seberkah spektrum cahaya abadi
Bergagas membangun tatanan hidup
Si jelita pandang terang dunia ini
Ku hanya terdiam menikmati terjungkungnya diri
Namun semua itu hanya ilusi
Segera kukembalikan pada yang memilki
Kupang Panjaan,Selasa 11 01 2011-01-11

My Friends